Antara Jakmania Dan Viking

June 8, 2010

Perseteruan antara supporter sepak bola di Indoneisa bukan menjadi pemandangan yang aneh lagi, hampir setiap klub besar sepak bola di Indonesia memiliki supporter-supporter fanatik yang mendukung dan membela klub idolanya dengan totalitas tanpa batas, itu ungkapan yang sering mereka ucapkan guna menegaskan bahwa hanya mereka lah supporter terbaik di Indonesia. Lihat saja fenomena yang terjadi antara Jakmania (supporter Persija Jakarta) dan Viking atau Bobotoh (supporter Persib Bandung). Perseteruan antara keduanya memang sangat sulit untuk dielakan, kedua supporter mengaku bahwa mereka lah yang terbaik, mereka lah yang tak terkalahkan. Konflik antara keduanya pun sudah sangat sering terjadi hingga sampai menelan korban jiwa meniggal dunia, tapi sayang korban meninggal dunia pun masih saja di anggap seperti angin lalu. Padahal Rasulullah pernah bersabda :

Barangsiapa berperang dibawah bendera kejahilan, ia marah karena fanatisme (kebangasaan), menyeru kepada fanatisme, atau membela karena fanatisme, lalu terbunuh, maka ia mati dalam keadaan jahiliyah”. (HR. Muslim)

Dan Rasulullah juga bersabda :

“Bukanlah dari golonganku siapa yang menyeru kepada fanatisme (kebangsaan), bukanlah dari golonganku siapa yang berperang karena fanatisme, bukanlah dari golonganku siapa yang marah karena fanatisme”. (HR. Abu Dawud)

Hidup didunia bukanlah untuk menunjukkan kekuatan dan kehebatan kita, hidup didunia bukanlah untuk menyombongkan diri, apalah daya seorang atau sekelompok makhluk bila telah berhadapan dengan sang khalik. Apalah daya kekuatan, kekayaan yang kita miliki dihadapan Allah kelak. Tak peduli kau Jakmania, tak peduli kau Viking, kau tetaplah umat Islam, kau tetaplah umat Rasullullah, kau tetaplah makhluk ciptaan Allah. Walau sejarah berkata perseteruan ini takkan bisa dihentikan, mari kita rubah argumen bodoh tersebut, ingat sekeras apapun batu bila selalu disirami air, maka akan lunak pula.

Dari hasil penelusuran saya, Pesija terbentuk pada tahun 1928, dan Persib terbentuk pada tahun 1933. Coba sejenak kita bereksperimen dengan tahun-tahun terbentuknya kedua klub sepak bola tersebut. Coba di selisihkan antara tahun terbentuknya Persib dan tahun terbentuknya Persija, 1933 – 1928 = 5. Ingat angka ganjil adalah angka yang sangat disukai oleh Allah Swt, sebab Allah berjumlah ganjil, yaitu 1 (satu). Sedangkan angka 5 dari jumlah selisih tahun terbentuknya Persib dan tahun terbentuknya Persija adalah jumlah shalat yang diwajibkan Allah kepada kita seluruh umat Islam, yaitu berjumlah 5 waktu (shalat Shubuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya). Perhatikan pula warna dari kedua supporter, Jakmania berwarna oren, sedangkan Viking berwarna biru. Bukankah oren warna indah dari sunset dan sunrise yang keduanya adalah menunjukan kekuasaan Allah, keindahan yang dapat terlihat oleh kedua mata dan selalu menjadi objek fotograpy oleh para fotograper, sedangkan warna biru adalah warna dari luas dan indahnya langit dan lautan, keduanya pun merupakan kekuasaan dan ciptaan Allah Swt. Perhatikan juga sunset dan sunrise yang berwarna oren berada di atas langit yang berwarna biru, saat menjelang sore langit yang biru berganti warna menjadi oren, dapat kita tarik kesimpulan bahwa warna oren dan biru sangatlah berhubungan erat, keduanya saling melengkapi satu sama lain, begitu pula seharusnya antara Jakmania dan Viking haruslah saling berhubungan erat dan saling melengkapi.

Antara Jakmania dan Viking memang memiliki banyak perbedaan yang sangat jelas, perbedaan ras, bahasa, sejarah, maupun budaya. Jakmania banyak berasal dari ibukota Jakarta dan sekitarnya, walaupun banyak pula terdapat di daerah-daerah lain, dan Viking banyak berasal dari Jawa Barat (Sunda), walaupun banyak juga terdapat di daerah-daerah lainnya, namun satu persamaan yang sangat mendasar antara Jakmania dan Viking, kita berasal dari satu bangsa, bangsa Indonesia, kita memeluk satu agama, agama Islam. Bukankah Allah pernah berfirman :

“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha dalam ilmuNya”. (QS. Al-Hujurat: 13)

Bahkan keragaman bangsa, bahasa, dan warna kulit merupakan salah satu tanda-tanda kekuasaan Allah, akan tetapi Allah sangat tidak meridhai jika fanatisme, rasisme menjadi dasar loyalitas dan pemersatu umat. Allah tak menyeru kita melakukan tindakan loyalitas rendahan, seperti yang dilakukan para Jakmania dan Viking terhadap klub-klub idolanya. Allah menyeru kita untuk memberikan loyalitas setinggi-tingginya terhadap agama yang datangnya dari Allah, yaitu agama Islam, loyalitas yang berupa iman dan taqwa yang secara otomatis dapat mempersatukan kita sebagai umat yang kuat dan tangguh. Dan dapat menyelamatkan kita di dunia saat ini dan kelak di akherat.

Andai saja para pahlawan kemerdekaan masih hidup dan melihat keadaan anak-anak bangsa yang saling berseteru antar sesama, bisa dibayangkan bagaimana perasaan mereka melihat semua ini, mereka berjuang mempertahankan keutuhan bangsa ini dari tangan-tangan penjajah, mereka berjuang untuk bangsa ini walau nyawa menjadi taruhannya. Darah, keringat, dan tenaga mereka berikan untuk kemerdekaan bangsa ini. Mereka bukan hanya berasal dari satu daerah di Indonesia saja, tapi mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mereka bersatu walau berbeda daerah dan budaya, mereka bersatu untuk mengusir penjajah dari bangsa ini Mereka semua berjuang demi satu tujuan, yaitu mencapai kemerdekaan.

Banyak makna besar yang terkandung antara Jakmania dan Viking. Jakmania dan Viking memanglah seharusnya saling melengkapi. Api yang identik berwarna oren dapat padam dengan air yang identik berwarna biru, Jakarta kota yang berkesan panas, gersang, dan berpolusi dapat ditutupi kekurangannya dengan Bandung yang memiliki julukan kota kembang, karena dengan kembang atau pepohonan tempat gersang dan panas sekalipun dapat terasa nyaman dan sejuk. Itu contoh Viking yang melengkapi manfaatnya untuk Jakmania. Sekarang mari kita beri contoh manfaat Jakmania yang dapat melengkapi kehidupan Viking. Di Bandung banyak terlahir orang-orang kreatif, juga musisi-musisi handal, namun apakah mereka bisa terkenal diseluruh penjuru Indonesia bila mereka tidak mempromosikan diri dan karya mereka di ibukota Jakarta, karena di Jakarta lah pusat dari segala aspek perindustrian, perekonomian, maupun pemerintahan.

Kita semua tahu bahwa kita semua bersaudara, kita semua berasal dari satu nenek moyang yang sama, maka apalagi yang menjadi penghalang untuk kita bersatu. Allah Swt pernah berfirman :

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudara kalian itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kalian mendapat rahmat”. (QS.Al-Hujurat: 10)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s